RESENSI MUHAMMAD JIBRIL ASSHIDDIQ SILAEN

 


identitas buku

 Judul buku : kisah inspiratif teladan rasul

 Penulis: Miftahul Asror Malik

 Editor: Taufan Harimurti

 Desain Isi: Afandi

 Desain Cover: Composer

 Pemeriksa Aksara: Tim Semesta Hikmah

 Diterbitkan oleh: semesta hikmah publishing

 Didistribusikan oleh: Solusi distribusi

kelebihan Buku

dapat belajar sejarah agama islam. Mengetahui lebih banyak tentang rasul

Kekurangan Buku

Sampul buku yang tidak terlalu menarik. Ada beberapa kejadian yang tidak di jelaskan dalam buku tersebut isi buku, buku ini dibagi menjadi 2 bagian.

Bagian 1

yaitu tentang cintanya Rasulullah Saw. Terhadap anak anak Rasulullah sangat lah senang dengan anak anak dan sangat menyayangi meraka suatu ketika, Rasulullah Saw. keluar melaksanakan salat lsya sambil menggendong Hasan atau Husain. Rasulullah Saw maju dan meletakkan cucunya itu, lalu bertakbir untuk mendirikan salat. Ketika di salah satu sujudnya, Rasulullah Saw. Pun memanjangkannya hingga terasa lama. Lalu orang² pada bertanya kenapa rasul memanjangkan sujudnya orang² mengira rasul menerima wahyu saat sujud lalu rasul berkata bahwa dia memanjangkan sujudnya karena cucunya sedang naik di atas punggungnya dan dia tidak inging mengganggu cucunya yang sedanh bermain segitulah sayangnya rasul kepada cucunya dan anak anak lain

bagian 2

 Rasulullah Saw dan kaum Wanita. Pada suatu ketika abu bakar meminta izin untuk masuk ke rumah rasulullah saw tiba tiba abu bakar mendengar Aisyah, putrinya, bersuara dengan keras. Dia pun masuk dan hendak menampar Aisyah. Dia berkata, "Aku tidak ingin melihat kamu bersuara keras di depan Rasulullah." Rasulullah Saw. pun langsung menghalanginya. Abu Bakar keluar dalam keadaan marah. Lalu beliau berkata kepada Aisyah, "Bagaimana pendapatmu terhadapku? Aku telah menyelamatkan dirimu dari kemarahan ayahmu." Setelah kejadian itu, Abu Bakar tidak datang selama beberapa hari, lalu kembali berkunjung ke rumah Rasulullah Saw. Dia mendapati keduanya sudah berbaikan. Abu Bakar berkata, "Izinkan aku masuk dalam damai kalian sebagaimana kalian telah mengizinkan aku masuk ketika kalian dalam perselisihan. Rasulullah Saw. pun berkata, "Sudah kami lakukan, sudah kami lakukan."

 Di sini terlihat bahwa kasih sayang Rasulullah Saw. melebihi kasih sayang seorang bapak. Dalam kisah ini, ayah Aisyah, yakni Abu Bakar Ash-Shiddiq ingin menghukumnya atas kesalahannya. Akan tetapi, Rasulullah Saw. menghalanginya.


Comments

Popular posts from this blog

RESENSI DAFFA SURYA PRATAMA

RESENSI BIMA PUTRA PANAMBANG

RESENSI ZIDAN SYAWAL