XII IPS 1 - RESENSI_GHEA AGNIYA RAMADHANI

 

 

RESENSI BUKU

SOEDIRMAN

SEORANG PANGLIMA, SEORANG MARTIR

 


 

Resensator      : Ghea Agniya Ramadhani

Kelas               :           XII IPS 1

 


IDENTITAS BUKU

1.      Judul buku                    : Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir

2.      Penulis buku                 : Redaksi Tempo

3.      Penerbit                        : Kepustakaan Populer Gramedia

4.      ISBN                            : 978-602-6208-44-6

5.      Tahun terbit                  : 2012

6.      Jumlah halaman             : 153 Halaman

 

 

SINOPSIS / RINGKASAN ISI BUKU

“Yang sakit itu Soedirman, tapi Panglima Besar tidak pernah sakit.” Pagi itu, 19 Desember 1948, Panglima Besar bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta, mengonsolidasikan tentara, dan mempertahankan Republik dengan bergerilya.

Panglima Besar sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta. Dengan separuh paru-paru, ia memimpin gerilya. Selama delapan bulan, dengan ditandu, ia keluar-masuk hutan.

Di medan gerilya, Panglima Besar dipercaya bisa bersembunyi dari kejaran Belanda. Mampu menyembuhkan orang sakit dan—konon—menjatuhkan pesawat terbang dengan meniupkan bubuk merica. Aktivis Hizbul Wathan, mantan guru dan peletak dasar kultur TNI yang ironisnya dulu sempat berkata, “Saya cacat, tak layak masuk tentara.” Dialah Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir.

 

KELEBIHAN/KEUNGGULAN BUKU

1.      Dilengkapi dengan banyak foto dokumenter yang memperkaya narasi, membantu pembaca memahami situasi dan konteks sejarah.

2.      Penulis berhasil menggambarkan Soedirman sebagai sosok yang inspiratif yaitu tegas, berani, dan berkomitmen tinggi kepada bangsa.

3.      Penggunaan sumber yang akurat berdasarkan wawancara ataupun dari buku-buku sejarah lainnya.

4.      Mengulas kehidupan Soedirman secara menyeluruh dan menarik.

 

KEKURANGAN/KELEMAHAN BUKU

1.      Penggunaan kata /istilah yang sulit yang dapat menyulitkan pembaca awam untuk memahami isi buku.

2.      Penataan alur yang tidak rapi.

3.      Tidak adanya penjelasan mengenai peristiwa yang dialami Soedirman, sehingga membuat pembaca kurang memahami konteks perjuangan dan tantangan yang dihadapi saat itu.

 

KESIMPULAN

“Soedirman: Seorang Panglima, Seorang Martir” adalah buku yang sangat layak dibaca bagi yang ingin memahami lebih dalam tentang salah satu pahlawan Indonesia. Dengan pengetahuan yang komprehensif tentang kehidupan dan perjuangan Soedirman, pembaca akan terinspirasi oleh nilai-nilai kepemimpinan dan pengorbanan yang diteladankannya. Meskipun ada beberapa kekurangan, buku ini tetap menjadi kontribusi penting dalam mendokumentasikan sejarah perjuangan bangsa.

 

 

 

Comments

Popular posts from this blog

RESENSI DAFFA SURYA PRATAMA

RESENSI BIMA PUTRA PANAMBANG

RESENSI ZIDAN SYAWAL