XII IPS 1 - RESENSI_WULAN APRIYANI
Raden Dewi Sartika “Pendidik Bangsa dari Pasundan”
Resensator : Wulan Apriyani
Kelas : XII
IPS 1
IDENTITAS BUKU
|
1) Judul buku |
: Raden
Dewi Sartika “Pendidik Bangsa dari Pasundan” |
|
2) Penulis buku |
: E.Rokajat Asura |
|
3) Penerbit |
: Penerbit Imania |
|
4) ISBN |
: 978-602-7926-47-9 |
|
5) Tahun terbit |
: 2019 |
|
6) Jumlah
halaman |
:
435 halaman |
SINOPSIS/RINGKASAN ISI BUKU
Tak ada tanda-tanda istimewa saat Raden Ayu Rajapermas - istri Raden Rangga Somanagara seorang Patih Kadipaten Bandung melahirkan putri keduanya Raden Dewi Sartika selain kebahagiaan. Tetapi kemudian Dewi Sartika - sang aktivis dan pelopor pendidikan dari Pasundan itu melewati waktu dengan kehebohan demi kehebohan. Pernah mengalami insiden patah tulang saat bermain yang menyebabkan ia menjadi kidal, menolak pinangan dua laki-laki bangsawan sebelum memilih seorang duda dari kalangan lebih rendah sebagai sikap menolak perjodohan dan poligami. Pada usia sepuluh tahun menghebohkan karena telah berhasil 'menyulap' anak-anak para pembantu di kepatihan bisa baca tulis dan mengucapkan beberapa patah kata bahasa Belanda.
Ketika Sekolah Istri yang didirikannya menuai kecurigaan Pemerintah Kolonial Belanda, Dewi Sartika berhasil meyakinkan Inspektur Pengajaran Hindia Belanda C. De Hammer berbalik haluan mendukung kiprah putri pemberontak itu. Dukungan juga muncul dari tokoh pergerakan nasional H.O.S Cokroaminoto. Hambatan terbesar justru datang dari keluarga yang menganggap tabu seorang anak perempuan mengenyam pendidikan.
Dalam
sebuah tulisan yang dipublikasikan di media cetak
saat itu, Raden
Dewi Sartika menulis:
"Alangkah sedihnya mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, karena
orang yang demikian ibarat hidup di dalam kegelapan atau umpama orang buta yang
berjalan di tengah hari. Maka jika jadi perempuan harus bisa segala-gala."
Tak heran bila menjelang wafatnya di pengungsian Desa Cineam hanya satu yang selalu dipikirkannya yaitu bagaimana
kelangsungan sekolahnya, yang mengakibatkan penyakit gulanya kronis.
KEUNGGULAN/KELEBIHAN BUKU
1) Menyisipkan kata-kata yang memotivasi.
2) Desain cover buku yang terlihat sederhana namun tetap terlihat menarik.
3) E.Rokajat Asura mampu mengemas biografi dalam bentuk narasi yang menarik, sehingga pembaca tidak merasa seperti membaca buku biografi biasa.
KELEMAHAN/KEKURANGAN BUKU
1) Buku ini tidak menyertakan foto atau gambar dokumentasi sejarah, yang bisa membantu memperkaya pemahaman pembaca tentang era dan tokoh yang digambarkan.
2)
Terdapat kesalahan ketik pada beberapa
kata.
KESIMPULAN
Buku "Raden Dewi Sartika"
layak untuk dibaca karena menggambarkan secara mendalam perjuangan dan
kontribusi Dewi Sartika sebagai pelopor pendidikan perempuan di Indonesia.
Dengan gaya penulisan yang sederhana dan alur yang jelas, buku ini memberikan
wawasan sejarah yang penting sekaligus
inspiratif. Buku ini juga relevan
untuk pembaca yang ingin memahami peran tokoh pahlawan
dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, menjadikannya karya yang berharga dan
bermanfaat.
.jpeg)
Comments
Post a Comment