XI.3 - VIDEO LITERASI - HANUM KHOIRUNNISA

 RESENSI BUKU “JANJI” 

I. IDENTITAS BUKU 

• Judul Buku : JANJI 

• Pengarang : Tere Liye  

• Penerbit :Sabak Grip Nusantara  

• Tahun Terbit :2021 

• Kota Terbit :Depok, Jawa Barat  

• Jumlah Halaman :486 

• ISBN :978-623-97262-0-1  

II. PENDAHULUAN 

Novel Janji karya Tere Liye bukan sekadar cerita tentang tiga sekawan nakal bernama  Hasan, Baso, dan Kaharuddin. Novel ini adalah sebuah perjalanan emosional yang  mendalam tentang kehidupan, persahabatan, dan dampak dari sebuah janji. Kisah ini  dimulai dari hukuman yang diberikan kepada ketiga santri pembuat onar tersebut oleh  Buya untuk menemukan sosok Bahar, mantan santri yang menghilang dari pondok  pesantren dan menyimpan banyak misteri. Dengan gaya khas Tere Liye yang selalu  penuh makna, novel ini mengajak pembaca untuk merenungkan arti kepercayaan,  pengorbanan, dan bagaimana janji dapat membentuk takdir seseorang. Pembaca diajak  menyelami kehidupan Bahar yang ternyata berbeda jauh dari citra nakal di pesantren,  seiring dengan pencarian yang dilakukan oleh ketiga sekawan. 

III. ISI RESENSI 

a. Ringkasan Isi Buku 

Menceritakan kisah Bahar, siswa nakal yang dikeluarkan dari sekolah agama, namun  berubah menjadi sosok mulia setelah berjanji kepada gurunya untuk menjalani lima pusaka: membantu tetangga, menolong yang lemah, jujur, bersabar, dan  

bersedekah. Kisah ini juga mengikuti perjalanan tiga sahabat—Hasan, Baso, dan  Kaharudin—yang mencari Bahar, sambil menemukan pelajaran hidup melalui orang orang yang bertemu dengannya.  

b. Analisis dan Ulasan 

Kelebihan: 

pada kedalaman pesan moral, kekuatan karakter utama Bahar, gaya bahasa yang  khas dan mudah dipahami, serta alur cerita yang memberikan banyak twist dan  konflik emosional. 

Kekurangan: 

Alurnya agak lambat di awal, penggunaan bahasa yang terlalu puitis membuat  beberapa bagian sulit dipahami, pesan moralnya terasa diulang-ulang. 

c. Kutipan Penting 

“kau akan lebih menyesal saat kau tidak pernah melakukan sesuatu,”(337) “kita selalu bisa memilih, bersabar atau marah. Bersyukur atau ingkar. Bahkan saat  situasi itu memang menyakitkan, boleh jadi tetap ada kebaikan di sana. dan orang orang yang bersyukur akan memilih mengingat hal-hal yang baik dibandingkan yang  menyakitkan.(428-429) 

IV. PENUTUP 

Novel ini mengikuti perjalanan Bahar, seorang murid bermasalah yang kemudian keluar  dari pesantren dan menjadi pribadi yang saleh dan dermawan dengan berpegang teguh  pada lima janji yang diberikan gurunya. Kisah ini juga memperlihatkan bagaimana sebuah  janji dapat menjadi titik awal perjalanan spiritual dan membentuk kehidupan seseorang  menjadi lebih bermakna, serta mengingatkan pembaca akan pentingnya nilai-nilai  agama, moral, dan sosial dalam kehidupan.  

V. IDENTITAS PERESENSI 

Nama: Hanum Khoirunnisa  

Kelas: XI.3 

Sekolah: SMA Martia Bhakti 


Berikut Link Video Literasinya:
https://drive.google.com/file/d/1u86o6Ss1viu6Ug6l1UDuKora3hIqYD2p/view?usp=sharing

Comments

Popular posts from this blog

RESENSI DAFFA SURYA PRATAMA

RESENSI BIMA PUTRA PANAMBANG

RESENSI ZIDAN SYAWAL