XI.3 - VIDEO LITERASI - MUHAMMAD RAFFA

 

RESENSI BUKU “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati”

IDENTITAS BUKU

Judul Buku: Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati

Pengarang: Brian Khrisna

Penerbit: Grasindo

Tahun Terbit: 2025

Kota Terbit: Jakarta

Jumlah Halaman: 216 halaman

ISBN: 978-602-05-3132-8

PENDAHULUAN

“Kadang hal paling sederhana bisa jadi alasan paling kuat untuk bertahan hidup.” Kalimat ini seakan menggambarkan inti dari buku *Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati* karya Brian Khrisna.

Buku ini bergenre drama reflektif dengan sentuhan romansa dan motivasi hidup. Brian Khrisna — penulis yang dikenal lewat karya-karya penuh makna seperti *Ruang Sendiri* dan *Konspirasi Alam Semesta* — kali ini menghadirkan cerita yang lebih hangat dan membumi.

Saya memilih buku ini karena temanya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kisahnya sederhana, tapi punya makna mendalam tentang kehilangan, proses penyembuhan, dan cara seseorang menemukan alasan untuk hidup lagi, bahkan dari hal yang sesederhana seporsi mie ayam.

ISI RESENSI

Ringkasan Isi Buku

Buku ini bercerita tentang Damar, seorang pria muda yang hidupnya berubah sejak kehilangan seseorang yang paling ia cintai. Hidupnya terasa hampa, datar, dan tanpa arah — sampai suatu hari, ia bertemu seorang penjual mie ayam tua di pinggir jalan yang tampak biasa-biasa saja, tapi punya cara unik memandang hidup.

Pertemuan sederhana itu menjadi awal dari perjalanan batin Damar. Setiap kali ia membeli seporsi mie ayam, sang penjual selalu mengajaknya berbincang tentang kehidupan — tentang kehilangan, takdir, dan makna dari kebahagiaan yang sering kita lewatkan. Dari obrolan-obrolan kecil itu, Damar mulai belajar untuk memaafkan dirinya sendiri, berdamai dengan masa lalu, dan melihat keindahan kecil yang dulu ia abaikan.

Hingga akhirnya, Damar menyadari bahwa hidup tidak perlu selalu besar dan sempurna. Cukup menemukan hal kecil yang membuat kita ingin bertahan satu hari lagi — bahkan jika itu hanya seporsi mie ayam.

Analisis dan Ulasan

Kelebihan buku ini terletak pada gaya bahasa Brian Khrisna yang puitis, lembut, dan menyentuh hati. Ia mampu mengubah hal sederhana menjadi sesuatu yang penuh makna. Ceritanya mengalir pelan, tapi setiap bab membawa refleksi yang membuat pembaca berhenti dan berpikir.

Pesan moral yang diangkat sangat relevan — bahwa setiap orang berhak untuk sedih, tapi jangan lupa untuk hidup. Selain itu, karakter Damar yang realistis dan dialognya yang sederhana membuat pembaca mudah merasa dekat dengan ceritanya.

Namun, kekurangannya terletak pada alur yang agak lambat di bagian tengah cerita, serta beberapa bagian yang terasa terlalu filosofis bagi pembaca yang lebih suka alur cepat. Meski begitu, buku ini tetap berhasil memberikan kehangatan dan pelajaran hidup yang bisa dikenang lama setelah halaman terakhir ditutup.

Kutipan Penting

“Hidup bukan tentang seberapa lama kita bertahan, tapi seberapa dalam kita menghargai setiap momen yang kita punya.”

“Kita nggak harus sembuh hari ini. Kadang, cukup bernapas dan makan mie ayam, itu sudah cukup untuk bertahan.”

“Rasa kehilangan nggak pernah hilang. Tapi kita bisa belajar hidup berdampingan dengannya.”

PENUTUP

Buku *Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati* karya Brian Khrisna adalah bacaan yang sederhana, tapi penuh makna dan perenungan. Lewat kisah Damar dan sang penjual mie ayam, pembaca diajak untuk melihat bahwa hidup bisa tetap indah meski sederhana, dan setiap orang punya cara sendiri untuk bertahan.

Buku ini sangat layak dibaca oleh siapa pun, terutama bagi remaja dan orang dewasa muda yang sedang berjuang menghadapi kehilangan, kelelahan, atau rasa hampa dalam hidup. Dengan gaya bahasa yang ringan namun emosional, buku ini bisa menjadi teman yang menenangkan — seperti semangkuk mie ayam hangat di hari yang dingin.

IDENTITAS PERESENSI

Nama:Muhammad Raffa

Kelas: XI.3

Sekolah: Sma Martia Bhakti


Berikut Link Video Literasinya:

Comments

Popular posts from this blog

RESENSI DAFFA SURYA PRATAMA

RESENSI BIMA PUTRA PANAMBANG

RESENSI ZIDAN SYAWAL