XI.3 - LITERASI - EDELWEIS DISHA RAMADHANI

 RESENSI BUKU SANG PEMIMPI


I. IDENTITAS BUKU

a. Judul Buku : Sang Pemimpi

b. Pengarang : Andrea Hirata

c. Penerbit : Bentang Pustaka

d. Tahun Terbit : 2006

e. Kota Terbit : Yogyakarta

f. Jumlah Halaman : 292

g. ISBN : 979-3062-92-4

II. PENDAHULUAN


"Dan kita akan berkelana menjelajahi Eropa sampai ke Afrika!! Kita akan sekolah ke Prancis!!

Kita akan menginjakkan kaki di altar suci Almamater Sorbonne! Apapun yang terjadi!!” Seperti yang tergambar dalam kutipan tersebut, mimpi dengan angan tanpa batas, bahkan

ketika terasa mustahil, merupakan titik awal dari perjuangan untuk meraih masa depan yang

lebih baik. Hal ini digambarkan melalui kutipan di atas dalam novel Sang Pemimpi karya

Andrea Hirata. Sebagaimana judulnya, Sang Pemimpi memiliki makna tentang luasnya ruang

bagi seseorang bermimpi dan mewujudkannya di kemudian hari.


Novel Sang Pemimpi menceritakan kelanjutan perjalanan hidup Ikal, Arai, dan Jimbron, tiga

remaja asal Belitong yang memiliki impian besar untuk menginjakkan kaki di tanah Eropa

demi mimpi menjadi bagian dari almamater Sorbonne, Prancis, meskipun hidup dalam

keterbatasan ekonomi. Melalui berbagai pengalaman, mulai dari kehidupan mereka selama

bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, Perjuangan mencari nafkah sebagai kuli panggul

ikan di pasar, hingga usaha untuk meraih kesempatan melanjutkan pendidikan di luar negeri, novel ini menggambarkan kegigihan dalam menghadapi kesulitan hidup. Perjalanan Ikal dan

Arai mengejar mimpi untuk melanjutkan pendidikan di Prancis menjadi salah satu bagian

penting yang menghidupkan cerita. Saya memilih buku ini untuk diresensi karena kisahnya mengangkat perjuangan meraih

impian, persahabatan yang tidak lekang oleh waktu, serta pentingnya pendidikan, Ketiga hal

tersebut dapat memberikan inspirasi bagi pembaca untuk tidak menyerah meskipun

dihadapkan oleh berbagai keterbatasan. Selain itu, pemilihan novel ini juga didorong oleh rasa

penasaran terhadap kelanjutan kisah yang sebelumnya diperkenalkan Andrea Hirata melalui

novel Laskar Pelangi, salah satu karyanya populer di dunia literasi Indonesia.


III. ISI RESENSI

a. Ringkasan Isi Buku


Buku Sang Pemimpi menceritakan kelanjutan perjalanan hidup Ikal, Arai, dan Jimbron, tiga

remaja asal Belitung yang memiliki impian besar meskipun hidup dalam keterbatasan

ekonomi. Mereka bertiga bekerja keras sebagai kuli di pelabuhan ikan demi bertahan hidup

dan bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, sebuah SMA negeri yang baru hadir di kampung

mereka sebagai penunjang pendidikan lanjutan. Kisahnya mencakup kenakalan remaja klasik

Melayu, seperti ketika mereka tertangkap basah menonton film dewasa berjudul Beranak

dalam Kubur di bioskop oleh Pak Mustar, serta perjuangan Arai mencintai Zakiah Nurmala

hingga rela mengirimkan syair gurindam yang tak terhitung jumlahnya. Ikal kemudian pergi ke kota metropolitan Jakarta untuk pertama kalinya bersama Arai. Ikal

sempat diterima bekerja di Jawatan Pos dan menjalani pendidikan dasar militer selama

sebulan penuh, sementara Arai pergi ke Kalimantan bersama sahabatnya dari pabrik tali

dengan menaiki Kapal Lawit. Pada tahun berikutnya, Ikal mendaftar ke Universitas Indonesia

(UI) sembari bekerja dan akhirnya diterima di jurusan Ekonomi. Berawal dari mimpi besar

yang terasa mustahil, yaitu menginjakkan kaki di tanah Prancis, Ikal dan Arai pada akhirnya

berhasil memperoleh beasiswa dari Université de Paris, Sorbonne, Prancis, untuk menempuh

pendidikan S2. b. Analisis dan Ulasan

Kelebihan Novel :

1. Penggunaan bahasa yang indah dan estetis. Novel ini menggunakan gaya

bahasa yang khas dengan ungkapan dan frasa bernuansa Melayu yang

memperkaya keindahan narasi. 2. Sudut pandang orang pertama. Penggunaan sudut pandang orang pertama

membuat pembaca merasa lebih dekat dengan karakter Ikal serta memahami

pengalaman dan perasaannya sepanjang cerita.


3. Pesan moral yang kuat dan inspiratif. Novel ini mengajarkan bahwa kerja

keras, kegigihan, dan keyakinan dapat membantu seseorang meraih impian

yang tampaknya mustahil untuk diwujudkan. 4. Karakterisasi tokoh yang kuat dan berkesan. Setiap tokoh memiliki

kepribadian yang unik dan khas sehingga terasa hidup serta mudah diingat oleh

pembaca. 5. Sisipan humor yang cerdas dan khas. Novel ini menghadirkan humor yang

tidak biasa melalui situasi dan tingkah laku para tokohnya, sehingga

menghibur pembaca sekaligus membuat cerita terasa lebih hidup. Kekurangan Novel :

1. Penggunaan bahasa kiasan yang terkadang sulit dipahami. Novel ini

menggunakan ungkapan dan gaya bahasa yang khas, termasuk nuansa Melayu, yang terkadang menyulitkan pembaca awam dalam memahami makna kalimat

tertentu. 2. Transisi alur yang terkadang membingungkan. Perpindahan antarkeadaan

atau peristiwa dalam cerita terkadang terasa kurang mulus sehingga pembaca

perlu mencermati kembali hubungan antara satu peristiwa dan peristiwa

lainnya. 3. Keterkaitan alur dengan Laskar Pelangi terasa kurang kuat. Meskipun Sang

Pemimpi merupakan kelanjutan kisah Ikal, beberapa bagian ceritanya terasa

memiliki fokus yang berbeda dari novel sebelumnya, sehingga hubungan

antarkedua novel mungkin tidak langsung terasa bagi pembaca. c. Kutipan Penting

"Aku masih seekor pungguk buta dan mimpi-mimpi itu masih rembulan, namun

sebenderang rembulan dini hari ini, mimpi-mimpi itu masih bercahaya dalam

dadaku." — Ikal, halaman 268-269. "Dan dari tempat kami berdiri, di Pulau Belitong yang terpencil dan hanya

berdiameter seratus lima puluh kilometer ini, cita-cita kami sekolah ke Prancis, menjelajahi Eropa sampai ke Afrika adalah potongan-potongan mozaik yang tak dapat

dihubungkan dengan logika apapun, bahkan dengan pikiran yang paling gila

sekalipun." — Ikal, halaman 208


IV. PENUTUP

Secara keseluruhan, novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata layak dibaca, terutama bagi

kalangan remaja dan pelajar, karena buku ini mengandung pesan tentang perjuangan

meraih impian, persahabatan, dan pentingnya pendidikan. Meskipun terdapat beberapa

bagian sulit dipahami, novel ini tetap memberikan inspirasi agar pembaca tidak mudah

menyerah dalam menghadapi keterbatasan. V. IDENTITAS PENULIS RESENSI

a. Nama lengkap: Edelweis Disha Ramadhani

b. Nama sekolah dan Kelas: SMA MARTIA BHAKTI / XI.3

c. Nomor telepon/HP: 0838-7005-7855

d. Alamat email: edelweis.disha24@gmail.com


Berikut Link video literasinya:
https://drive.google.com/file/d/1eQa49Yxdjyzf05cBeX6ArzshtQzMHFMj/view?usp=drive_link

Comments

Popular posts from this blog

RESENSI DAFFA SURYA PRATAMA

RESENSI BIMA PUTRA PANAMBANG

RESENSI ZIDAN SYAWAL