XI.3 - LITERASI - NAILA ZAKIYAH
RESENSI NOVEL SERIBU WAJAH AYAH

IDENTITAS BUKU
Judul Buku : Seribu Wajah Ayah
Pengarang : Nurun Ala
Penerbit : PT. Grasindo (Grasindo)
Tahun Terbit : 2020
Kota Terbit : Jakarta
Jumlah Halaman : 134 halaman
ISBN : 9786020522678
PENDAHULUAN
Seribu Wajah Ayah merupakan novel karya Nurun Ala yang mengisahkan tentang kerinduan, penyesalan, dan pencarian makna kasih sayang seorang ayah setelah kepergiaannya. Cerita ini berawal dari seorang anak yang menemukan sebuah album foto bersampul biru tua di kamar sang ayah, yang kemudian membawanya menelusuri kenangan masa kecil serta perjuangan ayahnya yang berperan ganda sebagai sosok pelindung sekaligus pengasuh penuh kasih pasca-kepergian ibunya. Saya memilih novel ini untuk diresensi karena gaya bahasanya yang puitis dan penuh perenungan filosofis, serta mampu menyentuh emosi pembaca mengenai ikatan keluarga, rasa kehilangan, dan besarnya pengorbanan seorang ayah yang kerap tak tersampaikan.
ISI RESENSI
Ringkasan Isi Buku
Novel ini menceritakan kisah seorang anak yang dipaksa oleh keadaan untuk menengok kembali ke masa lalu dan mengenang berbagai ekspresi wajah sang ayah, mulai dari bahagia, sedih, bangga, marah, hingga kecewa yang dulu sering kali terabaikan karena kesibukan dunianya sendiri. Cerita ini dipenuhi rasa sesal atas ketulusan ayah yang sempat tercampakkan, rindu yang terbawa pergi selamanya, serta budi dan kasih sayang yang tak sempat terbalas sebelum sang ayah tiada.
Analisis dan Ulasan
Kelebihan novel ini terletak pada ceritanya yang sangat menyentuh hati dengan mengulas kisah perjuangan seorang ayah tunggal yang membesarkan anaknya sendirian sejak lahir akibat sang ibu yang telah meninggal dunia. Penggambaran emosi yang begitu kuat sukses menguras air mata dan membuat pembaca merasa terharu. Sementara itu, kekurangan novel ini ada pada alurnya yang terasa terlalu terburu-buru, terutama di bagian akhir cerita di mana penyelesaian konfliknya terasa sangat cepat.
Kutipan Penting
Salah satu kutipan pendek yang menggambarkan isi novel adalah: "Apa yang paling ampuh mencabut kebahagiaan dalam hidup manusia? Mungkin kesendirian." Kutipan ini menyoroti bahwa rasa sepi dan kesendirian adalah hal paling menyakitkan yang dapat merenggut ketenangan serta kebahagiaan seseorang. Dalam konteks cerita, kalimat ini merefleksikan rasa hampa dan kehilangan mendalam yang dirasakan oleh seorang anak maupun perjuangan seorang ayah tunggal yang hidup dalam kesunyian setelah ditinggalkan orang terkasih.
PENUTUP
Secara keseluruhan, Seribu Wajah Ayah merupakan novel yang sangat emosional, puitis, dan penuh akan makna kehidupan. Cerita dalam novel ini memberikan gambaran yang mendalam tentang arti ketulusan, pengorbanan seorang ayah, serta rasa penyesalan atas kenangan yang tak sempat terbalas. Novel ini sangat layak dibaca oleh remaja, pelajar, maupun pembaca umum yang menyukai kisah-kisah bernuansa kekeluargaan dan drama yang menyentuh hati. Meskipun alur di bagian akhir terasa agak terburu-buru, novel ini tetap sangat menarik dan berkesan karena mampu menyadarkan pembaca untuk lebih menghargai keberadaan orang tua selagi mereka masih ada.
IDENTITAS PENULIS RESENSI
Nama lengkap: Reka Aldwi Hailah
Nama sekolah dan Kelas: SMA Martia Bhakti - XI 4
Nomor telepon/HP: +62 821-2320-8864
Alamat email: eka976666@gmail.com
Comments
Post a Comment